Kunjungan Kerja LKS TRIPARTIR ke LKS DISNAKERTRANS Cilegon

DPK APINDO JAKARTA TIMUR mendapat undangan dari kunjungan kerja LKS Tripartit ke LKS Disnakertrans Cilegon

Acara ini dilaksanakan pada:
🗓 : Kamis, 14 Agustus 2025
📍 : Komplek Walikota Kota Administrasi Jakarta
Timur Gedung B Lantai 3

Acara Kunjungan ini di hadiri oleh banyak stakeholder seperti:
1. Asisten Perekonomian Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekretariat Kota
Administrasi Jakarta Timur
2. Kepala Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi Jakarta Timur
3. Kepala Bagian Perekonomian Walikota Kota Administrasi Jakarta Timur
4. Kepala Seksi HI dan Kesejahteraan Pekerja
5. Kepala Seksi Pengawasan Ketenagakerjaan
6. Kepala Seksi Penempatan, Pelatihan, dan Produktivitas Tenaga Kerja
7. Kepala Sub Bagian Tata Usaha
8. Kepala Seksi Energi
9. Bapak Alfian Dani Purwoko (APINDO)
10. Ibu Susi Anggaresi (APINDO)
11. Ibu Purwati (APINDO)
12. Bapak Kiswoyo Wardani (APINDO)
13. Bapak. Sigit Setyoko (APINDO)
14. Hadirin dari Serikat Pekerja / DPC FSP LEM SPSI, Mediator Hubungan Industrial dan Stakerholder lainnya

#asosiasipengusahaindonesia
#dpkapindojaktim
#apindonasional2025
#KerjaSamaTripartitKotaAdministrasiJakartaTimur2025
#KunjunganKerja2025

Harga Produsen Mengalami Inflasi 0,42 Persen di Triwulan II-2025.

Berikut Perkembangan Indeks Harga Produsen Triwulan II 2025

– Indeks Harga Produsen (IHP) umum sembilan sektor pada triwulan II-2025. naik 0,42 persen terhadap triwulan I-2025 (q-to-q) dan naik 2,55 persen terhadap triwulan II-2024 (y-on-y).
– IHP Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan triwulan II-2025 naik 0,83 persen terhadap triwulan I-2025 (q-to-q) dan naik 6,18 persen terhadap triwulan II-2024 (y-on-y).
– IHP Sektor Pertambangan dan Penggalian triwulan II-2025 turun 1,61 persen dibandingkan triwulan I-2025 (q-to-q) dan naik 1,04 persen terhadap triwulan II-2024 (y-on-y).
– IHP Sektor Industri Pengolahan triwulan II-2025 naik 0,44 persen terhadap triwulan I-2025 (q-to-q) dan naik 2,39 persen terhadap triwulan II-2024 (y-on-y).
– IHP Sektor Pengadaan Listrik dan Gas triwulan II-2025 naik 1,00 persen dibandingkan dengan triwulan I-2025 (q-to-q) dan terhadap triwulan II 2024 (y-on-y) naik 1,82 persen.
– IHP Sektor Pengelolaan Air triwulan II-2025 naik 0,44 persen jika dibandingkan dengan triwulan I-2025 (q-to-q) dan naik 2,80 persen terhadap triwulan II-2024 (y-on-y).
– IHP Sektor Pengangkutan triwulan II-2025 naik 1,87 persen terhadap triwulan I-2025 (q-to-q) dan terhadap triwulan II-2024 (y-on-y) naik 0,63 persen.
– IHP Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum triwulan II-2025 naik 0,47 persen terhadap triwulan I-2025 (q-to-q) dan naik 2,31 persen terhadap triwulan II-2024 (y-on-y).
– IHP Sektor Jasa Pendidikan triwulan II-2025 naik 0,12 persen terhadap triwulan I-2025 (q-to-q) dan terhadap triwulan II-2024 (y-on-y) naik 3,19 persen.
– IHP Sektor Jasa Kesehatan triwulan II-2025 naik 0,28 persen terhadap triwulan I-2025 (q-to-q) dan naik 2,36 persen terhadap triwulan II-2024 (y-on-y).

Info lengkapnya bisa cek pada file pdf terlampir
2452 (1)

sumber : bps.go.id

Member Gathering | Perjanjian Kerja dalam Perspektif Hukum Ketenagakerjaan yang Antisipatif : Tantangan dan Solusi

DPK APINDO JAKARTA TIMUR kembali mengadakan acara Member Gathering Dengan Tema:
“Perjanjian Kerja dalam Perspektif Hukum Ketenagakerjaan yang Antisipatif : Tantangan dan Solusi”

Acara ini dilaksanakan pada:
🗓️ : Selasa, 23 Juli 2025
📍 : Hotel Naraya Rawamangun

Acara ini dihadiri oleh Bapak Prayudi selaku SEKUM DPP APINDO DKI JAKARTA. Narasumber 1 Bapak Rusdi Muchtar, Konsultan. Narasumber 2 Ibu Linda, Deputi Direktur PT YIMM, dan Moderator Bapak Bambang, Direktur PT WIMA.

GANDENG KEMENKOP, APINDO LUNCURKAN UMKM AKADEMI

JAKARTA, KOMPAS.com – Asosiasi Pengusaha Indonesia ( Apindo) menggandeng Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) dan BPJS Ketenagakerjaan untuk meluncurkan program Apindo UMKM Akademi. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani mengatakan, program ini diharapkan bisa membantu para pelaku UMKM untuk mendapatkan ilmu agar bisa naik kelas dan mampu bertahan di tengah pandemi Covid-19. “Kami ingin lebih hadir lagi untuk para UMKM dengan memberikan wadah melalui program ini agar UMKM bisa naik kelas. Langkah Ini juga merupakan upaya yang sangat penting bagi kami untukmemberikan efek multiplayer yang lebih besar bagi perekonomian kita,” ujarnya dalam virtual conference, Rabu (17/6/2020).

Hariyadi juga mengajak para pelaku usaha lain yang telah sukses dan profesional untuk bergabung dan berkolaborasi melalui program ini agar ikut berperan aktif berbagi ilmu kewirausahaan kepada UMKM Indonesia. “Para pelaku UMKM marilah kita belajar bersama untuk mencoba berani lebih maju lagi, berani untuk naik kelas dan meningkatkan ketahanan ekonomi negara kita,” ungkapnya.

Ia juga berharap melalui program ini bisa menjadi wadah strategi bagi semua pihak untuk berkolaborasi bagi UMKM agar semakin berkembang dalam konteks yang berkeadilan dan mampu memanfaatkan perkembangan teknologi dan jaringan antar semua stakeholders terkait secara maksimal dan tepat sasaran.

Sementara itu Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) Teten Masduki mengatakan sangat menyambut dengan baik insiatif dibentuknya program ini. Apalagi menurut dia, saat ini pelaku UMKM harus benar-benar diberikan pendampingan dan wadah untuk berkembang agar bisa bertahan hidup selama pandemi. “Kalau dibandingkan dengan tahun 1998 dengan sekarang, peran UMKM itu sangat jauh berbeda. Kalau dulu UMKM bisa berperan menjadi penopang utama ekonomi nasional Indonesia namun saat ini UMKM lah yang benar-benar terpukul,”katanya.

Oleh sebab itu, lanjut Teten, saat ini pihaknya sedang gencar-gencarnya mendorong UMKM untuk bisa terjun Go Digital. Ia berpendapat dengan masuknya UMKM ke digital bisa membantu mereka dalam memasarkan produk-produknya di market digital. “Namun bukanlah hal yang mudah untuk bisa terjun ke market digital. Namun UMKM kita harus bisa berdaya saing dan memiliki cara yang tepat untuk bisa bertahan didunia digital, oleh sebab itu kami sangat membutuhkan kolaborasi dan kerjasama seperti ini untuk memberikan mereka pelatihan serta pendampingan,” jelas dia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Gandeng Kemenkop, Apindo Luncurkan UMKM Akademi”

MELALUI PROGRAM PMO, MENTERI TETEN MASDUKI
YAKINI UMKM BAKAL NAIK KELAS

INDUSTRY.co.id – Jakarta-Kementerian Koperasi dan UKM terus berupaya meningkatkan kinerja UMKM di Indonesia untuk naik kelas. Dan salah satunya melalui program project management officer (PMO) lintas sektoral, lintas kementerian, program ini untuk mengkonsolidasikan kemitraan usaha besar dan UMKM.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki saat menerima kunjungan Ketua Dewan Pertimbangan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi dan anggota Apindo Sudhamek di ruang kerja Kementerian Koperasi dan UKM, Kamis (16/1/2020).

Ia mengatakan melalui program PMO tersebut terbagi dua yaitu pertama, peningkatan kapasitas usaha, nanti ada kerja sama dengan pihak akademisi seperti Prasetya Mulya serta nanti ada vokasi untuk dampingi pelaku usaha UMKM. Kedua, kemitraan langsung per sektor. Tadi diputuskan di skktor riil, orientasi ekspor dan subtitusi mislanya di petani karet, jagung itu yang sudah siap.

“PMO akan diusulkan minggu depan konsepnya ke Kementerian Koordinator Perekonomian. Dan beberapa yang quick win sudah bisa kita lakukan. Action di Februari sudah mulai aksi yang akan dijalankan. Target koperasi dan UKM yang dilibatkan kami belum bisa tahu, karena masih hitung,” ujarnya

Begitu pun dengan Koperasi yang mau naik kelas berapa, melibatkan kemitraan degan koperasi di luar negeri. Belajar dari koperasi yang sudah maju konkret. Koperasi susu yang sukses di luar misalnya New Zealand, sektor agriculture misalnya di Belanda, membantu koperasi agriculture di Indonesia akan diteruskan. Perbaikan packaging serta brand.

“Misalnya yang sudah saya lihat koperasi susu GKSI, masih sangat sehat dan beromzet tinggi. Sudah bicara dengan Menpan terkait kebutuhan perbaikan kapasitas. Sudah diskusi dengan konsultan Belanda. Di mana koperasi harus punya pengolahan sendiri tetapi tak bergantung hanya pada pabrik milik orang lain,”ungkapnya

Lanjutnya, Koperasi GKSI punya anggota itu peternak-peternak susu kecil, sekarang 3 juta botol produksi per bulan susu Milkuat. Mereka juga punya industri pengolahan. Baru 20 persen susu untuk memenuhi kebutuhan nasional sedangan 80 persen susu impor.

“Koperasi seperti inilah yang mau kita dampingi dan besarkan,” harapannya

Target UMKM naik kelas, sekarang usaha kecil sekitar 700 ribu, usaha besar 60 ribu. Kalau 10.persen saja sudah luar biasa. Tapi kita pakai target pertumbuhan ekonomilah, target 6 persen, kira-kira sesuai target pertumbuhan ekonomi tahun inilah.

Karena usaha mikro yang hampir 99 persen ini kebanyakan lebih survive yang penting kita urus punya modal kerja. Yang kita seleksi dari kecil ke menengah, menengah ke besar. Umumnya wirausaha itu 2 persen dari setiap negara. Sekarang yang besar cuma 5 ribu. Belum sampai 2 persen dari populasi. Sementara Malaysia, Thailand sudah di atas 2 persen,” tandasnya