Konflik Iran vs Israel-AS | Apa Dampak bagi Dunia Usaha Indonesia dan Strategi Antisipasinya?

Konflik Iran vs Israel–AS tidak hanya berdampak pada kawasan, tetapi juga mengguncang stabilitas ekonomi dunia.

Lonjakan harga energi, gangguan rantai pasok, hingga tekanan inflasi menjadi tantangan nyata bagi dunia usaha. Dampaknya meluas, mulai dari kenaikan biaya produksi hingga potensi penurunan daya beli masyarakat.

Dalam situasi ini, dunia usaha perlu semakin adaptif dan strategis dalam merespons ketidakpastian global, salah satunya melalui pendekatan “SURVIVE” mulai dari efisiensi operasional, penguatan likuiditas, hingga diversifikasi pasar dan rantai pasok.
Serta, pendapat-pendapat dari Kalangan Pengusaha di Indonesia
Langkah-langkah ini menjadi kunci untuk menjaga ketahanan dan keberlanjutan bisnis di tengah tekanan global yang terus berkembang.

Sumber: Apindo Nasional

Eskalasi Konflik di Timur Tengah dan Dampaknya bagi Dunia Usaha Indonesia

Eskalasi konflik di Timur Tengah berpotensi berdampak langsung pada harga energi, biaya logistik, inflasi pangan, dan stabilitas nilai tukar.

Sekitar 20 persen minyak dunia melewati Selat Hormuz. Ketidakpastian di kawasan tersebut dapat mendorong kenaikan harga energi global. Bagi Indonesia sebagai net importer minyak, tekanan ini berisiko meningkatkan biaya produksi dan mempersempit ruang fiskal.

Dunia usaha perlu memperkuat efisiensi, manajemen risiko, dan pengelolaan eksposur valas untuk menjaga daya tahan di tengah volatilitas global.

Sumber: Apindo Nasional