Seberapa Besar Dampak Ketegangan Geopolitik AS-Venezuela terhadap Dunia Usaha Indonesia?

Ketegangan geopolitik global kembali meningkat seiring eskalasi konflik Amerika Serikat–Venezuela.
Meski eksposur perdagangan Indonesia–Venezuela relatif kecil, dinamika global tetap perlu dicermati karena berpotensi mempengaruhi stabilitas energi, harga komoditas, hingga sentimen pasar keuangan.
Bagi dunia usaha, langkah antisipatif seperti diversifikasi pasar, penguatan rantai pasok, dan peningkatan daya saing menjadi kunci untuk menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.
MitraAPINDO, bagaimana pandangan dunia usaha terhadap dampak konflik geopolitik terhadap kegiatan perdagangan dan investasi? Yuk, sampaikan pendapat di kolom komentar dan follow Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO)
Jangan lupa save dan repost postingan ini agar semakin banyak yang ikut berdiskusi!

amerikaserikat
venezuela

Outlook Perekonomian APINDO Tahun 2026

Perekonomian 2026 diproyeksikan tumbuh di kisaran 5,0%–5,4%, ditopang konsumsi, investasi, ekspor, dan program prioritas pemerintah. Di tengah tekanan global, volatilitas nilai tukar, dan risiko fiskal, peluang memperkuat hilirisasi, ekonomi hijau, digitalisasi, serta perluasan pasar tetap sangat terbuka.

Stabilitas makro, efisiensi biaya usaha, peningkatan produktivitas, dan kualitas SDM akan menjadi penentu daya saing. Dunia usaha juga membutuhkan konsistensi kebijakan dan kolaborasi yang lebih kuat agar penyerapan investasi dan penciptaan lapangan kerja terus bertumbuh.

💬 Menurut TagarMitraAPINDO, aspek apa yang paling krusial untuk mendorong pertumbuhan ekonomi 2026? Tinggalkan pendapat di kolom komentar dan follow Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO)!

Perkembangan Ekspor dan Impor Indonesia September 2025

Berikut Perkembangan Ekspor dan Impor Indonesia September 2025:

  • Nilai ekspor Indonesia Januari–September 2025 mencapai US$209,81 miliar atau naik 8,14 persen dibanding periode yang sama tahun 2024. Sejalan dengan total ekspor, nilai ekspor nonmigas yang mencapai US$199,77 miliar naik 9,57 persen. Sementara pada September 2025, ekspor mencapai US$24,68 miliar, naik 11,41 persen dibanding September 2024. Ekspor nonmigas September 2025 mencapai US$23,68 miliar, naik 12,79 persen dibanding September 2024.
  • Nilai impor Indonesia Januari–September 2025 mencapai US$176,32 miliar atau naik 2,62 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Sejalan dengan total impor, nilai impor nonmigas juga naik 5,17 persen menjadi US$152,57 miliar. Sementara pada September 2025, impor mencapai US$20,34 miliar, naik 7,17 persen dibandingkan September 2024. Demikian juga dengan impor nonmigas naik 7,62 persen menjadi US$17,70 miliar.
  • Neraca perdagangan Indonesia Januari–September 2025 mengalami surplus US$33,48 miliar yang berasal dari surplus sektor nonmigas US$47,20 miliar, sementara sektor migas defisit senilai US$13,72 miliar.

 

 

sumber : bps.go.id

IEU-CEPA Resmi Disepakati! Apa Artinya untuk Dunia Usaha?

Setelah hampir satu dekade perundingan, Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) resmi ditandatangani.

Ketua Umum APINDO, Shinta W. Kamdani, menegaskan bahwa IEU-CEPA adalah game-changer yang membuka babak baru hubungan ekonomi Indonesia–Uni Eropa.

Apa saja peluangnya?
🔹 Hampir seluruh hambatan tarif akan dihapus, ekspor Indonesia diproyeksi melonjak lebih dari 50% hanya dalam 3–4 tahun.
🔹 Investasi Eropa akan semakin fokus ke sektor prioritas: energi terbarukan, kendaraan listrik, farmasi, semikonduktor, hingga agrikultur berkelanjutan.
🔹 Bukan hanya perusahaan besar, APINDO berkomitmen agar UMKM dan pekerja profesional juga merasakan manfaat nyata dari perjanjian ini.

💬 Bagaimana menurut MitraAPINDO, sektor mana yang paling siap memanfaatkan peluang ini? Tulis pendapatmu di kolom komentar dan jangan lupa follow Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) untuk update peluang bisnis & investasi.

📌 Save & repost postingan ini agar semakin banyak yang tahu peluang besar dari IEU-CEPA.

Harga Produsen Mengalami Inflasi 0,42 Persen di Triwulan II-2025.

Berikut Perkembangan Indeks Harga Produsen Triwulan II 2025

– Indeks Harga Produsen (IHP) umum sembilan sektor pada triwulan II-2025. naik 0,42 persen terhadap triwulan I-2025 (q-to-q) dan naik 2,55 persen terhadap triwulan II-2024 (y-on-y).
– IHP Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan triwulan II-2025 naik 0,83 persen terhadap triwulan I-2025 (q-to-q) dan naik 6,18 persen terhadap triwulan II-2024 (y-on-y).
– IHP Sektor Pertambangan dan Penggalian triwulan II-2025 turun 1,61 persen dibandingkan triwulan I-2025 (q-to-q) dan naik 1,04 persen terhadap triwulan II-2024 (y-on-y).
– IHP Sektor Industri Pengolahan triwulan II-2025 naik 0,44 persen terhadap triwulan I-2025 (q-to-q) dan naik 2,39 persen terhadap triwulan II-2024 (y-on-y).
– IHP Sektor Pengadaan Listrik dan Gas triwulan II-2025 naik 1,00 persen dibandingkan dengan triwulan I-2025 (q-to-q) dan terhadap triwulan II 2024 (y-on-y) naik 1,82 persen.
– IHP Sektor Pengelolaan Air triwulan II-2025 naik 0,44 persen jika dibandingkan dengan triwulan I-2025 (q-to-q) dan naik 2,80 persen terhadap triwulan II-2024 (y-on-y).
– IHP Sektor Pengangkutan triwulan II-2025 naik 1,87 persen terhadap triwulan I-2025 (q-to-q) dan terhadap triwulan II-2024 (y-on-y) naik 0,63 persen.
– IHP Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum triwulan II-2025 naik 0,47 persen terhadap triwulan I-2025 (q-to-q) dan naik 2,31 persen terhadap triwulan II-2024 (y-on-y).
– IHP Sektor Jasa Pendidikan triwulan II-2025 naik 0,12 persen terhadap triwulan I-2025 (q-to-q) dan terhadap triwulan II-2024 (y-on-y) naik 3,19 persen.
– IHP Sektor Jasa Kesehatan triwulan II-2025 naik 0,28 persen terhadap triwulan I-2025 (q-to-q) dan naik 2,36 persen terhadap triwulan II-2024 (y-on-y).

Info lengkapnya bisa cek pada file pdf terlampir
2452 (1)

sumber : bps.go.id

Ekonomi Indonesia Bisa Tumbuh 8%? Begini Strateginya

Ekonomi Indonesia Stabil, Tapi Cukupkah untuk Masuk 5 Besar Dunia?

Mitra APINDO, pertumbuhan ekonomi kita konsisten di atas 5%, tapi untuk melesat ke 8% pada 2029, kita butuh strategi yang lebih agresif!

Dalam Kearney Annual Leadership Dinner 2025, Ketua Umum APINDO, Shinta W. Kamdani, menegaskan bahwa hilirisasi industri, ekonomi hijau, dan transformasi digital adalah kunci agar Indonesia semakin kompetitif di kancah global.
Namun, ada tantangan besar! Geopolitik global, fragmentasi perdagangan, hingga produktivitas dalam negeri masih menjadi hambatan. Kolaborasi erat antara pemerintah & dunia usaha sangat diperlukan!

💬 Menurut Mitra APINDO, sektor apa yang paling krusial untuk mendorong pertumbuhan ekonomi? Drop pendapatmu di komentar.

📌 Jangan lupa save & share postingan ini agar makin banyak yang ikut diskusi!