Ekonomi Indonesia tumbuh 5,61%, Apakah Sudah Terasa Sepenuhnya di Dunia Usaha?

Ekonomi Indonesia tumbuh 5,61% pada kuartal I-2026, tertinggi dalam 14 kuartal terakhir. 📈

Namun di balik pertumbuhan tersebut, dunia usaha masih menghadapi berbagai tekanan, mulai dari pelemahan rupiah, kenaikan biaya produksi, hingga tantangan sektor manufaktur dan industri padat karya.

Menurut kita, apakah pertumbuhan ekonomi saat ini sudah benar-benar terasa di sektor riil?

Mari tuliskan komentarmu dibawah, dan jangan lupa save dan share postingan ini agar bermanfaat untuk yang lainnnya. Terimakasih

sumber: @linkendin APINDO

MAYDAY 2026 | Kolaborasi Bersama Mewujudkan Kemajuan Industri dan Kesejahteraan Pekerja

Peringatan Hari Buruh (May Day) 2026 digelar di Aula Bambu Apus- Ruang Serbaguna Blok C Kantor Walikota Kota Adminstrasi Jakarta Timur, Sabtu 2 Mei 2026. Mengusung tema “Kolaborasi Bersama Mewujudkan Kemajuan Industri dan Kesejahteraan Pekerja”, kegiatan ini diisi beragam aktivitas positif, mulai dari olahraga, santunan sosial, donor darah, hingga pembagian sembako dan bibit pohon sebagai wujud kepedulian dan kebersamaan.
Acara ini dihadiri Walikota Administrasi Jakarta Timur, Bapak Munjirin, sekaligus memberikan sambutan dalam rangka Hari Buruh Seduani. Acara ini dihadiri anggota LKS Tripartit Jakarta Timur ( SP/SB. APINDO dan Pemerintah).Ketua DPK APINDO JAKARTA TIMUR Bapak Alfian Dani. P juga menghadiri acara ini dengan didampingi oleh anggota LKS dari unsur APINDO.
Semua berharap momentum May Day menjadi penguat komitmen bersama dalam menciptakan Hubungan Industrial yang harmonis, adil, dan berkelanjutan demi kesejahteraan pekerja di Jakarta Timur.

Member Gathering 2026 | Memperkuat Sinergi Dunia Usaha dalam Menghadapi Dinamika Ekonomi dan Ketenagakerjaan Terkini

DPK APINDO JAKARTA TIMUR telah melaksanakan acara Member Gathering 2026 Dengan Tema:
“Memperkuat Sinergi Dunia Usaha dalam Menghadapi Dinamika Ekonomi dan Ketenagakerjaan Terkini”

Acara ini dilaksanakan pada:
🗓️ : Rabu, 29 April 2026
📍 : Ruang Hino Hub Lt. 8 PT Hino Motors Sales Indonesia

Acara ini dihadiri oleh Bapak Prayudi selaku Sekum DPP APINDO DKI JAKARTA, Disambut oleh Pimpinan PT Hino Motors Sales Indonesia Bp. Erwin W dan juga oleh Ketua DPK APINDO JAKTIM Bp. Alfian Dani. P

Key note speaker: Kasudinnakertransgi JAKTIM, Bp. Sunjaya, S.E., M.M
Narasumber: Direktur Riset dan Komunikasi DPN Apindo, Bp Denis Dimas Permana

#membergathering2026
#dinamikaekonomi
#asosiasipengusahaindonesia
#dpkapindojaktim
#pthinomotorssalesindonesia

Wacana Penghentian Restitusi Pajak, Apa Dampaknya bagi Dunia Usaha?

Dunia usaha mencermati wacana penghentian restitusi pajak sebagai bagian dari optimalisasi kebijakan fiskal.

Di tengah tekanan global dan ketidakpastian ekonomi, kebijakan fiskal diharapkan tetap menjaga keseimbangan antara penerimaan negara dan keberlanjutan usaha. Restitusi pajak bukan sekadar mekanisme administratif, tetapi juga bagian penting dari arus kas yang mendukung operasional, menjaga produksi, serta memastikan keberlangsungan tenaga kerja.

Kepastian hukum dan konsistensi regulasi menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan investor sekaligus stabilitas iklim usaha di Indonesia.

APINDO mendorong agar setiap kebijakan dikaji secara cermat, dengan mempertimbangkan dampaknya terhadap sektor riil dan pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Bagaimana tanggapan pemerintah akan hal ini?, dan apa dampak yang di timbulkan dari Stop Restitusi Pajak bagi Perusahaan? mari simak berita yang sudah dirangkum berikut

Sumber: @apindo.nasional dan kontan.co.id

Konflik Iran vs Israel-AS | Apa Dampak bagi Dunia Usaha Indonesia dan Strategi Antisipasinya?

Konflik Iran vs Israel–AS tidak hanya berdampak pada kawasan, tetapi juga mengguncang stabilitas ekonomi dunia.

Lonjakan harga energi, gangguan rantai pasok, hingga tekanan inflasi menjadi tantangan nyata bagi dunia usaha. Dampaknya meluas, mulai dari kenaikan biaya produksi hingga potensi penurunan daya beli masyarakat.

Dalam situasi ini, dunia usaha perlu semakin adaptif dan strategis dalam merespons ketidakpastian global, salah satunya melalui pendekatan “SURVIVE” mulai dari efisiensi operasional, penguatan likuiditas, hingga diversifikasi pasar dan rantai pasok.
Serta, pendapat-pendapat dari Kalangan Pengusaha di Indonesia
Langkah-langkah ini menjadi kunci untuk menjaga ketahanan dan keberlanjutan bisnis di tengah tekanan global yang terus berkembang.

Sumber: Apindo Nasional

Eskalasi Konflik di Timur Tengah dan Dampaknya bagi Dunia Usaha Indonesia

Eskalasi konflik di Timur Tengah berpotensi berdampak langsung pada harga energi, biaya logistik, inflasi pangan, dan stabilitas nilai tukar.

Sekitar 20 persen minyak dunia melewati Selat Hormuz. Ketidakpastian di kawasan tersebut dapat mendorong kenaikan harga energi global. Bagi Indonesia sebagai net importer minyak, tekanan ini berisiko meningkatkan biaya produksi dan mempersempit ruang fiskal.

Dunia usaha perlu memperkuat efisiensi, manajemen risiko, dan pengelolaan eksposur valas untuk menjaga daya tahan di tengah volatilitas global.

Sumber: Apindo Nasional